Mitos Mitos Tentang Diet


1. Mengurangi karbohidrat membantu menurunkan berat badan

Melakukan diet karbohidrat ternyata bisa membuat kesehatan Anda memburuk. Pada dasawarsa terakhir Karbohidrat dicap sebagai biang lemak dan makanan yang jahat.

Padahal, kita memerlukannya untuk energi. Seperti halnya lemak, karbohidrat juga dibutuhkan tubuh. Para ahli mengatakan setidaknya kita mengkonsumsi 130 gram karbohidrat, jauh sekali diatas standar diet karbohidrat rendah yang menyarankan konsumsi karbohidrat sebanyak 20 gram atau kurang.

Efek jangka pendek dari diet karbohidrat bisa menyebabkan kecapekan, sembelit dan lekas marah. Dalam jangka panjang, bahkan bisa menyebabkan resiko penyakit hati dan kanker usus. Seolusi yang paling tepat adalah mengurangi karbohidrat olahan seperti soda dan makanan yang dibuat dengan tepung, dan beralih untuk mengkonsumsi karbohidrat yang lebih sehat seperti whole grain (makanan padi-padian yang kulitnya masih ada), buah-buahan, dan sayur-sayuran. Makanan-makanan whole grain sendiri dapat ditemui pada roti, pasta, dan sereal yang terbuat dari seratus persen whole grain dan tidak dengan proses tepung putih.


2. Makanan diet bisa membantu menurunkan berat badan

Sebenarnya, ini bisa berakibat sebaliknya. Anda mungkin membahayakan diri Anda bila terlalu percaya dengan label yang menyajikan data kalori dan lemak rendah. Padahal paket awal diet dapat mengandung banyak gula dan lemak trans.

Seperti karbohidrat, ini adalah kualitas lemak, bukan masalah jumlah. Lemak Monounsaturated yang biasa ditemui pada kacang, minyak olive, dan alpukat, serta bermacam-macam polyunsaturated (dalam jagung dan kedelai) membantu sistem peredaran darah pada jantung, meningkatkan pengurangan berat badan, dan penting untuk penyerapan beta karoten dari sayur-sayuran seperti wortel. Lemak trans dan kebutuhan lemak, di lain pihak berkaitan dengan penyakit jantung dan kanker.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa penggantian 30 kalori karbohidrat perhari dengan jumlah lemak trans yang sama, dapat menggandakan resiko penyakit jantung. Penggantian rasio karbohidrat yang sama dengan lemak monounsaturated dan polyunsaturated, di lain pihak, menurunkan resiko penyakit jantung 30 hingga 40 persen.

Maka pertimbangkan meningkatkan lemak bagusmu dengan menambahkan kacang-kacangan pada sereal pagimu atau avokado pada salad. Hanya lhat kalori harianmu untuk menjaganya tetap terkontrol.


3. Semakin banyak mengurangi kalori, semakin banyak berat yang akan hilang

Itu sebenarnya justru dapat membahayakan tubuh. Dengan menghilangkan kalori jauh di bawah 1.200 perhari, maka akan menyebabkan penurunan metabolisme dengan cepat. Untuk mendapatkan semua kalori yang Anda makan, pilih semua makanan seperti, daging dan ikan segar, dan semua biji-bijian yang dekat dengan keadaan asli. Mereka memiliki "kepadatan vitamin" yang lebih tinggi dari pada makanan olahan, sebab mereka mengandung lebih banyak vitamin dan mineral ke dalam kalori yang lebih sedikit.


4. Susu membuat gemuk

Mengurangi susu hanya mengurangi sel-sel lemak. Dengan melakukan pengendalian kalori, diet menggunakan susu bahkan bisa menggandakan penurunan kegemukan dan pengurangan berat badan serta membantu mencegah penambahan berat. pasalnya, hormon calcitriol bisa membantu mengawetkan kalsium untuk tulang yang lebih kuat, sekaligus memberikan sel-sel lemak untuk merubah gula menjadi lemak dan membakar lebih banyak lemak tubuh. Hasilnya adalah bisa menguruskan sel lemak dan tubuh. Cermati panduan diet dari pemerintah, yang merekomendasikan tiga penyajian susu non lemak atau rendah tiap hari.


5. Tentang makanan whole-grain

Ada banyak produk whole grain. Dari banyak penelitian, ternyata whole grain memang dapat mengurangi resiko penyakit kronik, dari obesitas, diabetes, hingga penyakit jantung. Kuncinya adalah serat ekstra dalam whole grain: ini akan membuat seseorang merasa kenyang dengan sedikit makan. Ini juga membantu menurunkan insulin yang dihasilkan makanan. Keuntungan lain: makanan whole grain mengandung lebih banyak vitamin B dan E dari pada makanan olahan.