Salsa dan Dips Guacamole Dituding Sebagai Makanan Pembawa Penyakit


Dips* salsa yang terkontaminasi dan dips guacamole** sering menyebabkan keracunan makanan di restoran, dan ini memerlukan perhatian yang lebih besar dari para pekerja makanan, demikian kata para peneliti kepada sebuah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, dalam sebuah pertemuan, pada hari Senin kemarin.

Para peneliti itu mengatakan hampir satu dari setiap 25 wabah penyakit bawaan makanan yang terlacak antara 1998 dan 2008 dimulai dari salah satu dips yang semakin populer ini, yang dibuat menggunakan bawang merah, tomat, cabai, alpukat, tumbuh-tumbuhan dan bahan lainnya.

“Kemungkinan alasan mengapa salsa dan guacamole dapat menimbulkan risiko penyakit bawaan makanan adalah karena kedua jenis makanan ini mungkin tidak didinginkan secara tepat, dan karena sering dibuat dalam porsi besar, sehingga sedikit kontaminasi saja dapat mengenai banyak orang,” kata Magdalena Kendall dari US Department of Energy Oak Ridge Institut for Science and Education.

“Kesadaran bahwa salsa dan guacamole dapat menularkan penyakit bawaan makanan, terutama di restoran, merupakan kunci untuk mencegah wabah di masa mendatang,” ujar Kendall, yang bekerja pada penelitian ini, dalam sebuah pernyataan.

“Salsa dan guacamole sering mengandung produk makanan mentah yang dipotong-potong berbentuk dadu, termasuk cabai, tomat dan daun ketumbar, yang mana masing-masing pernah dituding sebagai salah satu penyebab timbulnya wabah penyakit di masa lalu.”

Kendall dan koleganya menganalisis semua wabah penyakit bawaan makanan yang dilaporkan ke CDC. Di antara penyakit-penyakit yang dilaporkan itu, sejauh penemuan mereka, tidak ada yang terkait dengan salsa atau guacamole sebelum tahun 1984, tetapi pada tahun 1998-2008 kedua dips ini menyumbang 3,9 persen dari wabah yang dilacak ke restoran.

“Kami ingin restoran dan orang-orang yang menyediakan salsa yang segar di rumah menyadari bahwa jenis makanan yang mengandung bahan mentah ini harus dipersiapkan dengan lebih hati-hati, dan dimasukkan di dalam kulkas terlebih dahulu untuk mencegah penyakit, kata Kendall.


Pada bulan Maret lalu, sebuah koalisi konsumen dan kelompok kesehatan masyarakat mengatakan bahwa penyakit bawaan makanan telah menyebabkan AS mengeluarkan biaya sebesar $ 152 juta setiap tahunnya untuk pelayanan kesehatan.


Parlemen AS telah meloloskan sebuah RUU tahun lalu untuk menata kembali sistem keamanan makanan AS yang carut marut, tetapi Senat sejauh ini belum bertindak, meskipun ada persetujuan bipartisan mengenai hal itu.

CDC memperkirakan sekitar 76 juta orang di Amerika Serikat mengalami penyakit bawaan makanan setiap tahunnya, dan 5.000 di antaranya tewas. (yahoo.com)